Wilayah Kabupaten Bogor kembali dilanda cuaca buruk berupa angin kencang yang memicu pohon tumbang di Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, pada Minggu (30/8/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa batang pohon yang sudah rapuh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh kondisi pohon yang sudah tua dan tidak mampu menahan beban angin kencang. "Dikarenakan adanya angin kencang menyebabkan sebuah pohon yang sudah tua atau rapuh, sehingga batang pohon patah dan menimpa dua unit rumah," ujarnya pada Senin (31/8/2026).
Meskipun kerusakan terjadi pada bagian atap depan rumah, Adam memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan evakuasi terhadap material pohon yang tumbang dengan durasi penanganan selama dua jam. "Rumah rusak ringan, durasi penanganan dua jam," tambah Adam. Saat ini, rumah tersebut dilaporkan masih dapat ditempati oleh pemiliknya setelah proses pembersihan selesai dilakukan.
Kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di wilayah Bogor memang menjadi perhatian serius di tengah periode musim kemarau saat ini. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa periode musim hujan di Jawa Barat baru akan memasuki fase puncaknya pada Oktober hingga November 2026. Namun, anomali cuaca yang menyebabkan hujan deras disertai angin kencang masih kerap terjadi di wilayah Bogor secara sporadis.
BPBD Kabupaten Bogor terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, terutama di lingkungan yang memiliki banyak pepohonan tua. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya di sekitar tempat tinggal guna meminimalisir risiko kerusakan maupun korban jiwa akibat cuaca buruk yang sulit diprediksi.