
Bogorian.web.id - Bogor - Sebaran abu vulkanik yang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau kini meliputi wilayah Bogor, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan pada masyarakat setempat. Abu halus dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, serta kulit, terutama ketika partikel-partikelnya terbang kembali akibat angin atau aktivitas manusia.
Pemerintah daerah dan lembaga kesehatan menyerukan peningkatan kewaspadaan, termasuk pengurangan aktivitas luar ruangan dan penggunaan perlindungan yang tepat. Berbagai langkah sederhana dapat membantu mencegah masuknya abu ke dalam rumah dan mengurangi paparan saat membersihkan endapan abu.
Masker menjadi perlindungan utama. Jaringan International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) merekomendasikan masker bersertifikasi industri seperti N95, yang mampu menyaring partikel abu secara efektif asalkan terpasang rapat pada wajah. Masker harus dipakai selama hujan abu berlangsung dan tetap digunakan saat membersihkan abu, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Penggunaan lensa kontak sebaiknya dihindari. Dr. Muhammad Iqbal Sofyan, SpM(K), menjelaskan bahwa partikel abu vulkanik yang tajam dapat menempel atau tertanam pada lensa kontak, terutama soft lens. "Selain itu, partikel abu vulkanik yang tajam dapat menempel atau tertanam pada lensa kontak, terutama soft lens," ia menambahkan, menyarankan penggunaan kacamata pelindung sebagai alternatif.
Saat membahas risiko penggunaan lensa kontak selama hujan abu, dr. Iqbal menekankan bahaya partikel tajam. Sebagaimana dikutip dari kumparan.com:
“Selain itu, partikel abu vulkanik yang tajam dapat menempel atau tertanam pada lensa kontak, terutama soft lens.”
dr. Muhammad Iqbal Sofyan, SpM(K) — kumparan.com
Menutup pintu, jendela, serta celah ventilasi dapat mengurangi masuknya abu ke dalam ruangan. IVHHN dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyarankan penutup menggunakan selotip, terpal plastik, atau handuk basah. Langkah ini penting tidak hanya saat abu sedang turun, tetapi juga setelahnya ketika partikel dapat kembali beterbangan.
Pembersihan abu di dalam rumah harus dilakukan dengan hati-hati. Abu yang mengendap sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar tidak beterbangan, kemudian dikumpulkan ke dalam kantong. Penggunaan vacuum cleaner tidak dianjurkan karena dapat mengembuskan kembali partikel halus ke udara; sebaliknya, kain lembap dapat membersihkan permukaan dengan aman.
Dengan menerapkan enam langkah praktis—menggunakan masker N95, menutup ventilasi, menghindari lensa kontak, membersihkan abu secara basah, serta mengurangi aktivitas luar rumah—warga Bogor dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat abu vulkanik. Kewaspadaan bersama dan kepatuhan pada panduan resmi akan membantu menjaga kesehatan pernapasan, mata, dan kulit hingga kondisi atmosfer kembali normal.
Sumber rujukan: kumparan.com, disway.id, kesehatan.liputan6.com, detik.com, megapolitan.kompas.com.