Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antar-kawasan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memeratakan jaringan transportasi di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto ini tidak hanya difokuskan pada perbaikan jalan rusak. Fokus utamanya adalah membentuk jaringan konektivitas yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
"Penanganan ruas Tegar Beriman-Cibinong-Bojonggede diarahkan untuk memperkuat konektivitas pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dengan wilayah Bojonggede dan kawasan sekitarnya," ujar Ajat di Cibinong, Senin (24/8/2026).
Empat ruas jalan yang menjadi prioritas dalam program IJD tersebut meliputi:
- Tegar Beriman-Cibinong-Bojonggede: Ruas ini terhubung langsung dengan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang). Pembangunan ini juga didukung rencana pembuatan flyover Bomang untuk mengatasi hambatan perlintasan rel kereta api.
- Leuwiliang-Pasir Ipis-Garehong: Menjadi fokus utama rekonstruksi untuk memperkuat aksesibilitas di wilayah Bogor Barat. "Peningkatan akses tersebut diharapkan mendukung penguatan desa sekaligus membuka ruang bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Bogor ," kata Ajat.
- Tanjungsari-Sukawangi: Pembangunan ini diarahkan untuk membuka akses serta memperlancar jalur distribusi ekonomi di wilayah Bogor Timur, khususnya menuju kawasan perbatasan Kabupaten Cianjur.
- Babakan Madang-Pasir Angin: Diproyeksikan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Sentul, Citeureup, hingga jaringan jalan menuju kawasan Puncak untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Ajat menambahkan bahwa keempat ruas jalan tersebut merupakan bagian dari grand design pemerataan pembangunan. Inisiatif ini mencakup area pusat pemerintahan, wilayah barat, timur, kawasan strategis Sentul, hingga daerah perbatasan, guna memastikan mobilitas warga dan distribusi barang berjalan lebih efisien.