Pencarian terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor berinisial B (36) yang diduga jatuh ke aliran Sungai Cisadane, kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor, masih terus dilakukan. Hingga Sabtu (15/8/2026), operasi pencarian yang telah memasuki waktu lebih dari 30 jam tersebut belum membuahkan hasil signifikan.
Peristiwa ini bermula dari penemuan sepeda motor korban yang tergeletak di atas jembatan, sementara tas dan helm milik korban ditemukan di aliran sungai. Hingga saat ini, keberadaan ASN tersebut masih menjadi teka-teki karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian jatuhnya korban ke sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran secara intensif sejak Kamis (13/8/2026) malam. Namun, hingga penghentian sementara operasional pada Jumat (14/8/2026) petang, petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Tadi kita (pencarian) dihentikan sekira pukul 17.45 WIB dilanjutkan briefing penutup. Dilanjut lagi besok jam 08.00 WIB, karena tadi masih nihil visualisasi Saudara B,” ujar Dimas Tiko saat dikonfirmasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencarian. Selain menyisir sungai, pihak berwenang juga berupaya menggali informasi lebih dalam dari masyarakat sekitar guna mengungkap kronologi kejadian yang sebenarnya.
“Kita coba terus gali informasi sambil teman-teman tim SAR terus menyisir,” kata Jenal kepada wartawan.
Jenal mengakui bahwa minimnya saksi mata membuat peristiwa ini sulit untuk segera disimpulkan. “Punten (maaf) ya statement saya sebagai warga Bogor, karena ini masih teka-teki, tidak ada saksi langsung yang melihat yang bersangkutan jatuh ke sungai. Jadi hanya (temuan) motor yang tergeletak, sehingga kami butuh informasi tambahan,” imbuhnya.
Ketua RW setempat, Emil Salim, menambahkan bahwa berdasarkan keterangan saksi pertama, sepeda motor korban ditemukan dalam posisi terguling di bibir beton jembatan. Setelah dilakukan penyisiran awal ke bawah jembatan, tidak ditemukan adanya orang atau aktivitas lain di sekitar lokasi saat itu. Pencarian akan kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu pagi untuk menelusuri kembali aliran Sungai Cisadane.