Tiga Siswi SMPN 3 Bogor Ditampar Alumni, Pihak Sekolah Bertindak

Gedung SMPN 3 Kota Bogor tempat terjadinya kasus perundungan siswi oleh alumni.
Sumber gambar: bogor.tribunnews.com.

Tiga orang siswi SMPN 3 Kota Bogor dilaporkan menjadi korban perundungan yang melibatkan seorang alumni sekolah tersebut. Peristiwa yang berujung pada tindakan penamparan ini terjadi di kawasan pemukiman sepi di daerah Malabar, Kota Bogor, pada Selasa (11/8/2026) lalu.

Kepala SMPN 3 Kota Bogor, Reni Supriati, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa anak didiknya. Pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan memanggil seluruh pihak yang terlibat, termasuk orang tua dari korban maupun pelaku, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

“Saya mewakili dari SMP merasa juga kecewa dengan adanya kejadian ini, kami tidak menyangka adanya kejadian ini. Jadi siswa SMP Negeri 3 itu menjadi korban pembulyan,” ujar Reni kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Reni menegaskan bahwa sekolah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi psikologis para korban. Pendampingan intensif dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dan bagian Kesiswaan sejak pihak sekolah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

“Mengenai tindaklanjut untuk korban, kebetulan anak-anak kami menjadi korban itu akan didampingi oleh Bimbingan Konseling (BK) dan Kesiswaan dari kemarin setelah kami tahu kejadian ini, mereka itu terus didampingi oleh BK,” tambahnya.

Sementara itu, Staff Kesiswaan pada Bidang SMP Kota Bogor, Ade Iskandar, menjelaskan bahwa pemicu perundungan ini berawal dari masalah sepele, yakni gosip yang beredar di lingkungan sekolah. Pelaku merasa tidak terima karena dituduh sering membawa pria ke tempat tinggalnya.

“Sebenernya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan (pelaku), itu adalah alumni. Kemudian dia kos atau ngontrak di belakang, nah dirumorkan katanya dia suka bawa lain jenis (pria) gosipnya begitu,” jelas Ade.

Menurut Ade, para korban sebenarnya tidak mengenal pelaku secara langsung. Ketiga siswi tersebut hanya memiliki hubungan pertemanan dengan sahabat pelaku yang masih aktif bersekolah di SMPN 3 Kota Bogor. Sahabat pelaku inilah yang diduga mengumpulkan para korban sebelum insiden penamparan terjadi.

“Tidak kenal, mereka bahkan tidak kenal ngakunya tidak kenal dengan yang baju hitam. Cuma mereka berteman dengan yang pakai baju pramuka. Kan yang disana ada tiga mereka bertiga kenalnya sama yang sebelah kanan (sahabat pelaku),” ungkapnya.

Saat ini, kasus tersebut dinyatakan telah mencapai titik temu melalui mediasi yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian. “Alhamdulillah dari orangtua yang menjadi korban sudah memaafkan dan sudah terjadi kesepakatan dengan orangtua dari pelaku yang membuly,” tutup Reni.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News