Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Bayu Zulkarnaen yang diduga jatuh ke Sungai Cisadane, Kota Bogor, resmi dihentikan pada Rabu (19/8/2026). Keputusan ini diambil setelah tim gabungan melakukan upaya pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut sejak insiden dilaporkan pada Kamis (13/8/2026).
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazry, menjelaskan bahwa seluruh prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan secara maksimal. Tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR, BPBD, pemerintah desa, hingga pemerintah kota telah menyisir area sungai hingga radius tujuh kilometer dari titik awal kejadian.
“Untuk total daerah pencarian kami dari titik awal itu mencapai tujuh kilometer,” ujar Fazry kepada wartawan, Rabu sore. Ia menambahkan bahwa sebanyak 102 personel telah dikerahkan dengan berbagai metode, termasuk penyelaman, namun hingga batas waktu tujuh hari, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Meski status operasi SAR dihentikan dan posko di Kantor Kelurahan Cipaku dibubarkan, pihak SAR menegaskan bahwa pencarian tidak ditutup secara total. “Bukan berarti operasi ini ditutup, kami dilanjutkan dengan pemantauan. Artinya bila ada tanda-tanda dan kami gali informasi, kami siap untuk membuka, kami siap untuk melakukan pencarian lagi,” ungkap Fazry.
Di sisi lain, pihak keluarga masih menaruh harapan besar atas keselamatan Bayu. Istri korban, Arsiah, yang tampak terpukul saat menerima penjelasan dari tim SAR, menyatakan keyakinannya bahwa sang suami akan segera ditemukan. “Masih yakin (Bayu ditemukan),” ucapnya singkat.
Sebagai bagian dari upaya lanjutan, poster informasi orang hilang yang memuat foto Bayu Zulkarnaen telah disebarluaskan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Bogor Selatan. Saat ini, tim yang sebelumnya terlibat dalam operasi telah dikembalikan ke unit masing-masing sembari tetap melakukan pemantauan di lapangan.