Pabrik BYD Subang Beroperasi: Impor Mobil Listrik Henti, Fokus Produksi Lokal

Luther Panjaitan di depan pabrik BYD Subang dengan logo perusahaan dan mobil listrik di latar belakang
Luther Panjaitan di depan pabrik BYD Subang dengan logo perusahaan dan mobil listrik di latar belakang. Sumber foto: jawapos.com.

Bogorian.web.id - Jakarta - PT BYD Motor Indonesia mengumumkan bahwa fasilitas manufaktur kendaraan listriknya di Subang, Jawa Barat, telah resmi mulai beroperasi. Peresmian yang dilakukan pada Kamis lalu menandai titik balik bagi pabrikan asal China ini, yang selama ini mengandalkan impor mobil listrik dalam bentuk completely built up (CBU) untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia.

Dengan pabrik yang kini berfungsi, BYD menyatakan tidak lagi akan mengimpor mobil utuh. Semua unit baru yang akan masuk ke jaringan dealer dijanjikan akan berasal dari produksi dalam negeri, sementara sisa stok impor sebelumnya akan dijual hingga habis.

Menurut Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, peralihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan setelah memperoleh fasilitas insentif dari pemerintah yang memberi hak impor hingga 100.000 unit dalam dua tahun. “Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk setop karena kita sudah punya pabrik,” ujurnya pada sela-sela acara peresmian.

Sebelum pabrik beroperasi, BYD telah menggunakan sekitar 92.000 unit dari kuota impor yang diberikan. Sebagai kompensasi, perusahaan diwajibkan mendirikan fasilitas produksi lokal dengan standar tertentu, termasuk kapasitas produksi baterai dan motor. Pada tahap awal, produksi di Subang difokuskan pada unit tampilan dan kendaraan uji coba untuk dealer, sebagaimana dilaporkan oleh Detik Oto pada Juni lalu.

Menurut Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, Sebagaimana dikutip dari www.jawapos.com:

“Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk setop karena kita sudah punya pabrik,”

Luther Panjaitan — www.jawapos.com

Pengaruh Terhadap Pasar EV dan Kebijakan Industri Otomotif

Berita tentang berakhirnya impor CBU BYD mendapat konfirmasi juga dari Antara News, yang menegaskan bahwa semua pasokan baru ke pasar Indonesia akan bersumber dari pabrik domestik. Hal ini dipandang dapat menurunkan ketergantungan pada produk impor serta mendukung agenda pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional.

Meskipun stok sisa impor masih tersedia dalam jumlah terbatas, Luther menambahkan bahwa “Yang kita jual sekarang mungkin masih ada dari sisa suplai yang sebelumnya. Itu sudah sedikit sekali.” Dengan produksi lokal yang kini berjalan, diharapkan harga kendaraan listrik BYD dapat menjadi lebih kompetitif, meski belum ada data resmi mengenai penurunan harga.

Dengan pabrik di Subang yang kini menghasilkan kendaraan listrik secara penuh, BYD menegaskan arah strategisnya untuk memperkuat rantai nilai domestik Indonesia. Langkah ini tidak hanya menurunkan volume impor, tetapi juga menambah kapasitas produksi lokal, memperluas lapangan kerja, dan mempercepat realisasi target kendaraan listrik nasional yang ditetapkan pemerintah.

Sumber rujukan: jawapos.com, www.jawapos.com, otomotif.antaranews.com, oto.detik.com, otomotif.kompas.com.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News