Pencarian ASN Bogor di Sungai Cisadane Terkendala Visibilitas

Tim SAR gabungan melakukan pencarian ASN Pemkot Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, Kota Bogor.
Sumber gambar: bogor.tribunnews.com.

Proses pencarian terhadap Bayu Zulkarnaen (36), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, masih terus dilakukan. Hingga memasuki hari keempat pada Minggu (16/8/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, turun langsung memantau jalannya operasi pencarian di kawasan Cipaku Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Dedie telah menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, Damkar, serta unsur masyarakat untuk melakukan upaya ekstra, termasuk membersihkan dasar sungai dari tumpukan sampah.

“Ya, kita masih ikhtiarkan agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera, karena kita sudah masuk hari keempat,” ujar Dedie Rachim saat meninjau lokasi.

Ia menambahkan, “Dan hari ini saya minta kepada seluruh tim gabungan SAR, BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, Damkar, unsur potensi masyarakat untuk mengambil langkah mengangkat sebagian sampah atau sedimen yang ada di sekitaran jembatan tempat diduga jatuhnya Saudara Bayu.”

Tim penyelam yang bertugas di lapangan menghadapi tantangan berat. Teguh, salah satu penyelam, mengungkapkan bahwa kondisi di dasar sungai sangat menyulitkan pergerakan. Selain arus bawah yang kencang, jarak pandang di dalam air sangat terbatas, bahkan kurang dari satu meter.

“Nah, untuk kondisi arus, kalau di atas sedikit tenang, tapi di bawah itu kencang. Jarak pandang jadi nggak ada 1 meter, pandangnya sih kurang lebih sekitar 50 cm. (Titik penyelaman) tadi paling dalam itu sekitar 6 meter, sekitar 6-5 meter. Di dalam air itu lebih dominannya lumpur-lumpur, kalau yang sebelah ini, ada juga kayak semacam cekungan,” jelas Teguh.

Ia juga menyebutkan bahwa banyaknya ranting dan sisa sampah di dasar sungai menjadi hambatan utama bagi ruang gerak tim penyelam. Sejauh ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di titik tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika sepeda motor milik korban ditemukan terparkir di atas jembatan tanpa pemiliknya. Selain itu, barang-barang pribadi milik korban seperti helm dan laptop ditemukan di area Sungai Cisadane, yang memperkuat dugaan bahwa Bayu terjatuh ke sungai. Pihak berwenang mencatat bahwa tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

Dedie Rachim meminta pihak keluarga untuk tetap bersabar selama proses pencarian berlangsung. Pemerintah Kota Bogor memastikan seluruh elemen terkait akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban.

“Untuk keluarga, saya minta untuk bersabar. Ya, Pemerintah Kota Bogor dan seluruh elemen, termasuk SAR, TNI-Polri, terus berusaha semaksimal mungkin. Bahkan di hari pertama kita lakukan penyelamatan dan pencarian sampai dengan pukul 23.00 WIB,” pungkasnya.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News