Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mematangkan rencana pengembangan transportasi publik berbasis bus listrik yang difokuskan untuk mendukung sektor pariwisata. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan sekaligus menyediakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan kajian mendalam mengenai rute-rute strategis yang akan dilayani oleh armada bus listrik tersebut. Beberapa koridor yang sedang dipertimbangkan mencakup rute dari Cibinong menuju Kebun Raya Bogor, rute Cibinong-Stadion Pakansari-Margo City, hingga rute yang menghubungkan Pakansari menuju kawasan wisata Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.
“Kami meminta ada beberapa unit yang dikhususkan untuk armada pariwisata,” kata Rudy di Cibinong, Senin (11/8).
Pengembangan layanan ini dilakukan dengan mengedepankan skema kolaborasi bersama pihak swasta agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam skema yang dirancang, Pemkab Bogor akan berperan dalam penyediaan infrastruktur pendukung, sementara pengadaan serta operasional armada diserahkan kepada mitra swasta.
“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger, dan SDM, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” ujar Rudy.
Langkah ini diambil setelah Pemkab Bogor melakukan evaluasi terhadap uji coba bus listrik di koridor Terminal Bojonggede-AEON Mall Sentul yang telah berjalan selama tiga bulan sejak April hingga Juni 2026. Berdasarkan data evaluasi, empat unit bus listrik yang diuji coba berhasil mengangkut hampir 28.000 penumpang dengan tingkat keterisian rata-rata mencapai 79 persen.
Meski mencatatkan antusiasme masyarakat yang tinggi, Pemkab Bogor mengakui masih terdapat sejumlah tantangan operasional, seperti keterbatasan jumlah armada, titik kemacetan di beberapa ruas jalan, serta kebutuhan akan percepatan pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ke depan, pemerintah daerah berencana menjadikan Stadion Pakansari sebagai lokasi depo atau parkir bersama yang mampu menampung hingga 30 unit bus listrik guna mendukung kelancaran operasional transportasi massal tersebut.