Monumen Ikonik Bogor Bersolek Merah Putih Sambut HUT ke-81 RI

Monumen Tepas Salapan Lawang Dasakreta di Kota Bogor dihiasi kain merah putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI.
Sumber gambar: suara.com.

Kota Bogor kembali menunjukkan semangat nasionalisme yang kental dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Salah satu ikon kebanggaan warga, Monumen Tepas Salapan Lawang Dasakreta yang terletak di kawasan Tugu Kujang, kini tampak bersolek dengan balutan kain bernuansa merah putih.

Pemasangan ornamen dekoratif pada monumen dengan sembilan pilar tersebut telah dilakukan sejak 10 Agustus 2026. Kehadiran hiasan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Merah Putih (FMP) 2026, sebuah agenda tahunan yang telah menjadi tradisi bagi masyarakat setempat untuk merawat rasa kebangsaan.

Monumen Tepas Salapan Lawang Dasakreta sendiri memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi Kota Bogor. Sembilan pintu pada monumen ini melambangkan nilai-nilai kesejahteraan yang terinspirasi dari filosofi Pakuan Pajajaran, yaitu kedamaian, persahabatan, keindahan, persatuan, kesantunan, ketertiban, kenyamanan, keramahan, dan keselamatan.

Festival Merah Putih tahun ini telah berlangsung meriah sejak 9 Agustus 2026. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga instansi pemerintah, turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan mempererat persatuan warga Bogor. Sebelumnya, kemeriahan sempat memuncak saat kirab bendera sepanjang 500 meter diarak di pusat kota.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya konsisten pemerintah daerah dalam menumbuhkan jiwa patriotisme bagi generasi muda. “Ini sudah menjadi tradisi Kota Bogor dalam rangka merawat kebersamaan, kebangsaan, dan tentu saja terus menumbuhkan rasa kecintaan kepada tanah air. Kita ingin bangsa kita bersatu dan kuat, dimulai dari Bogor untuk Indonesia,” ujarnya.

Selain dekorasi monumen, tradisi unik lainnya yang menjadi daya tarik adalah prosesi penaikan dan penurunan bendera Merah Putih yang dilakukan setiap hari selama bulan kemerdekaan di kawasan Tugu Kujang. Dedie menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam keterlibatan prosesi tersebut.

“Mungkin tidak ada kegiatan lain di Indonesia yang melaksanakan penaikan dan penurunan bendera setiap hari seperti di Tugu Kujang. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak yang ingin terlibat langsung dalam prosesi tersebut,” ucap Dedie.

Pemerintah Kota Bogor berharap rangkaian Festival Merah Putih ini dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan. Dedie juga berpesan agar warga tetap teguh dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.

“Tetaplah untuk terus mencintai dan memperjuangkan kebaikan. Jangan kalah oleh isu atau berita hoaks. Tunjukkan bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia yang mampu berjuang menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan Festival Merah Putih 2026 dijadwalkan akan terus berlangsung hingga puncak peringatan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus mendatang.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News