Masuki Hari Keempat, Wali Kota Bogor Pantau Pencarian ASN yang Hilang

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau lokasi pencarian ASN Bayu Zulkarnain di Sungai Cisadane, Kota Bogor.
Sumber gambar: bogor.tribunnews.com.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meninjau langsung proses pencarian terhadap Bayu Zulkarnain, seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor yang dilaporkan hilang. Bayu diduga terjatuh ke aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor, sejak Kamis (13/8/2026) malam.

Memasuki hari keempat pencarian pada Minggu (16/8/2026), Dedie memastikan tim SAR gabungan terus bekerja maksimal untuk menemukan korban. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya pencarian ini.

“Ya, kita masih ikhtiarkan agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area (Kelurahan) Pamoyanan ini bisa ditemukan segera, karena kita sudah masuk hari keempat,” kata Dedie usai meninjau lokasi.

Dedie menambahkan, “Kita secara formal, 7 hari harus kita lakukan operasi secara maksimal, dan kita sudah lakukan 4 hari ini. Tetapi sampai dengan sore hari ini sudah pukul berapa 16.23 belum ada hasil.”

Dalam upaya mempercepat proses pencarian, Dedie telah menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, Damkar, serta unsur masyarakat untuk melakukan tindakan tambahan. “Dan hari ini saya minta kepada seluruh tim gabungan SAR, BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, Damkar, unsur potensi masyarakat untuk mengambil langkah mengangkat sebagian sampah atau sedimen yang ada di sekitaran jembatan tempat diduga jatuhnya Saudara Bayu,” ujarnya.

Terkait kendala di lapangan, tim SAR menghadapi tantangan visibilitas saat melakukan penyelaman di dasar sungai. “Ya, yang pasti kendalanya itu kan visibility ya, jarak pandang. Meskipun sudah kita lakukan beberapa kali penyelaman, tetapi masalahnya ya tadi, visibility-nya atau visibilitasnya terbatas,” jelas Dedie.

Mengenai kemungkinan korban hanyut, Dedie menilai hal tersebut memiliki kemungkinan kecil mengingat debit air Sungai Cisadane yang relatif rendah karena musim kemarau. Ia juga menyebutkan bahwa pihak keluarga telah didorong untuk membuat laporan resmi ke kepolisian sebagai langkah antisipasi.

“Ya, kita juga mencoba untuk mendorong keluarga membuat LP ke kepolisian. Itu sudah dilakukan, laporan kepada kepolisian. Untuk diteliti, barangkali ada hal lain yang di luar dugaan atau praduga kita bahwa yang bersangkutan jatuh di sini,” tuturnya.

Dedie berharap keluarga korban tetap bersabar menghadapi situasi ini. “Untuk keluarga, saya minta untuk bersabar. Ya, Pemerintah Kota Bogor dan seluruh elemen, termasuk SAR, TNI-Polri, terus berusaha semaksimal mungkin. Bahkan di hari pertama kita lakukan penyelamatan dan pencarian sampai dengan pukul 23.00 WIB,” tutupnya.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News