Kasus Alumni Tampar Siswi SMP di Bogor Berakhir Damai

Suasana sekolah di Kota Bogor yang menjadi lokasi kejadian perundungan.
Sumber gambar: wow.tribunnews.com.

Kasus perundungan yang melibatkan seorang alumni terhadap tiga siswi SMP di Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait rumor yang beredar di lingkungan tempat tinggal pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun pelaku, telah melakukan mediasi. Mengingat usia para pihak yang masih di bawah umur, keluarga sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum.

“Betul, untuk masalah hukummya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum,” ujar Ipda Budi Setiawan, Kamis (13/8/2026).

Budi menjelaskan, insiden ini bermula ketika pelaku merasa tidak terima karena dituding sering membawa teman laki-laki ke indekosnya hingga larut malam. Pelaku yang merupakan alumni dari sekolah korban bermaksud melakukan klarifikasi, namun situasi justru memanas dan berujung pada tindakan kekerasan.

“Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main,” ungkap Budi. Ia menambahkan, “Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pembully-an.”

Hal senada disampaikan oleh staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Ade Siswanto. Menurutnya, pelaku awalnya hanya ingin meluruskan rumor yang beredar, namun niat tersebut justru berujung pada aksi penamparan. “Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkan lah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu,” jelas Ade.

Sebagai bagian dari kesepakatan damai, pelaku telah membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pihak kepolisian juga telah mendatangi sekolah terkait untuk memastikan identitas para pelajar yang terlibat dalam video viral tersebut serta memantau tindak lanjut dari mediasi yang telah dilakukan.

“Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” pungkas Budi.

Menyiapkan ruang diskusi…
Lebih baru Lebih lama

Tools

News