Pemerintah Kota Bogor terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung misi Bogor Lancar. Salah satu proyek prioritas yang kini menjadi fokus adalah penyelesaian Jalan Regional Ring Road (R3) yang ditargetkan tersambung hingga kawasan Wangun pada tahun 2029.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa pembangunan jalan ini merupakan langkah konkret untuk memecah kepadatan lalu lintas di pusat kota. Menurutnya, keberadaan jalan alternatif tersebut sangat krusial bagi pengembangan wilayah timur Kota Bogor sekaligus meningkatkan konektivitas antarkecamatan.
"Ke depan ini salah satu alternatif atau solusi untuk memecah kemacetan di pusat kota," kata Dedie saat meninjau progres pembangunan, Selasa (25/8/2026).
Saat ini, pengerjaan fisik tengah berlangsung pada segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan. Setelah segmen tersebut selesai, Pemkot Bogor akan melanjutkan pembangunan jembatan dan jalan sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan Sindangrasa hingga Sindangsari dan Wangun. Dedie menekankan pentingnya pembangunan yang dilakukan secara bertahap agar proyek tidak terhambat.
"Lanjutannya Sindangrasa sampai dengan Sindangsari, Wangun. Kalau tidak kita cicil, ini pasti persoalannya akan tambah lama. Bagaimana mengurai kemacetan di tengah Kota Bogor jika ini terhambat," ujarnya.
Selain fokus pada badan jalan, Pemkot Bogor juga memastikan akan melengkapi jalur R3 dengan fasilitas pedestrian yang memadai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan standar infrastruktur di seluruh wilayah kota. Dedie menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendukung harus dilakukan secara merata agar tidak terjadi ketimpangan kualitas antarwilayah.
"Karena kan ini bagian dari pengembangan wilayah Timur Bogor. Jadi nanti treatment-nya harus sama. Nggak bisa di Bogor Barat pakai pedestrian, di sini tidak. Ya harus satu paket pembangunan harus merata secara bertahap," jelasnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, merinci tahapan teknis penyelesaian proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan akan dilakukan pada tahun 2027, diikuti dengan tahap konstruksi pada 2028. Dengan skema tersebut, diharapkan jalan sudah dapat beroperasi penuh pada 2029.
"Tahapan segmen sampai tepi sungai Katulampa Bendungan ini kan sedang dikerjakan. Tahap berikutnya, 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 Insyaallah bisa dipakai," ungkap Juniarti.
Pembangunan R3 ini diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar, seiring dengan meningkatnya aksesibilitas dan potensi pengembangan transportasi massal seperti Biskita di masa depan. Pemkot Bogor optimistis bahwa penyelesaian trase ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam menata mobilitas masyarakat di Kota Bogor.